Langsung ke konten utama

LOMBA SASTRA 2025

 Cinta, Rindu, dan Doa

( institut sains dan teknologi nasional )

Salam Sastra,

Puisi dan cerpen bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cermin dari jiwa dan kepekaan hati penulisnya.

Lomba Sastra 2025 diselenggarakan sebagai wadah untuk menumbuhkan apresiasi dan kreativitas peserta didik dalam bidang sastra Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan nilai-nilai kehidupan dengan bahasa yang indah, santun, dan bermakna.

Dengan tema besar “Cinta, Rindu, dan Doa”, lomba ini mengajak siswa menelusuri makna cinta dalam wujud yang paling luas — cinta kepada keluarga, sahabat, guru, bahkan kepada Sang Pencipta.

Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perjalanan batin untuk menemukan makna keindahan dalam setiap kata. 



MATERI RESMI: LOMBA SASTRA 2025
Tema Besar: “Cinta, Rindu, dan Doa”

(Perpaduan Gaya Pujangga Klasik × Generasi Z)

1. Pendahuluan

Lomba Sastra 2025 terdiri dari dua cabang utama:

Lomba Puisi 2025

Lomba Cerpen 2025

Keduanya mengangkat tema universal: cinta dalam makna yang luas — tentang kasih, kehilangan, pengorbanan, rindu, dan doa.
Cinta di sini tidak terbatas pada romantisme, melainkan juga kasih terhadap orang tua, sahabat, guru, bahkan diri sendiri.


2. Lomba Puisi 2025
Deskripsi

Menulis puisi bertema cinta dengan gaya pujangga klasik yang lembut berpadu gaya generasi Z yang jujur dan modern.
Puisi bisa berbentuk refleksi, curahan hati, atau doa yang hangat.

๐Ÿชถ Panduan Penulisan

Panjang: 10–25 baris

Bahasa: Indonesia modern bernuansa sastra

Gaya: Paduan klasik dan modern (boleh pakai 1–3 emoji secara wajar)

Bentuk bebas: Boleh chat, notifikasi, caption, atau doa

Hindari klise: Gunakan makna mendalam, bukan sekadar kata manis

Ditujukan untuk: Siapa saja — ibu, ayah, sahabat, kekasih, atau diri sendiri

๐Ÿ“„ Struktur yang Disarankan

Judul — Singkat dan bermakna
Contoh: “Yang Tak Pernah Aku Kirim”, “Untuk Ibu di Balik Doa”

Isi Puisi — Gunakan citraan lembut dan metafora
Gabungkan diksi klasik (“rindu menetes di ujung malam”) dengan gaya digital (“chat terakhir darimu masih tersimpan di layar HP-ku”)

Penutup — Reflektif dan menyentuh hati
Contoh: “Karena cinta, pada akhirnya, bukan siapa yang bersama — tapi siapa yang tetap mendoakan.”

๐ŸŒธ Contoh Kalimat Inspirasi

“Aku tumbuh, tapi rinduku tak pernah dewasa.”

“Kau adalah notifikasi yang tak pernah muncul, tapi selalu kutunggu.”

“Doa-doamu menembus sinyal, seperti cinta yang tak kenal jarak.”

๐Ÿ’— Kriteria Penilaian
Aspek Bobot Deskripsi
Keaslian dan Ketulusan 30% Puisi terasa jujur dan lahir dari hati
Keindahan Bahasa 25% Diksi dan keseimbangan klasik-modern
Emosi dan Kedalaman Makna 25% Menyentuh dan reflektif
Kreativitas Gaya 10% Pemakaian unsur digital dengan wajar
Kekuatan Penutup 10% Baris akhir berkesan

Catatan Akhir

Puisi bukan hanya tentang kata indah — tapi perasaan yang hidup di antara jeda.
Tulislah dengan hati, karena setiap kata yang jujur akan menemukan hatinya sendiri. ๐Ÿ’–


3. Lomba Cerpen 2025
Deskripsi

Tulis cerita pendek 800–1500 kata yang menggambarkan cinta dalam berbagai bentuk: kasih, rindu, kehilangan, pengorbanan, atau doa.
Gunakan gaya pujangga klasik yang puitis berpadu jiwa Generasi Z yang ekspresif dan ringan.

Struktur Cerita

Judul:
Singkat, puitis, dan bermakna
Contoh: “Suara dari Ujung Telepon”, “Rindu yang Tidak Berbunyi”

Pembuka:
Bangun suasana kuat (hujan, pagi, ruang sunyi, layar HP, dll).
Bisa dimulai dari dialog, chat, atau catatan pribadi.

Contoh:

“Pesan terakhir dari Mama masih tersimpan di layar ponselku: ‘Jaga diri, Nak.’ Kadang aku buka lagi, bukan untuk membaca, tapi untuk merasa.”

Isi Cerita:

Gambarkan cinta tanpa harus romantis.

Campurkan diksi klasik dan gaya digital.

Gunakan simbol alam atau keseharian (senja, hujan, waktu, foto).

Bangun konflik kecil dan refleksi batin tokoh.

Penutup:
Reflektif, lembut, dan berisi penerimaan.
Contoh:

“Aku tahu, cinta tak selalu butuh pertemuan. Kadang cukup dengan doa yang tak berhenti di ujung malam.” ๐ŸŒ™๐Ÿค

๐Ÿ’ฌ Contoh Kalimat Reflektif

“Cinta bukan soal siapa yang datang duluan, tapi siapa yang bertahan tanpa disuruh.”

“Beberapa perasaan memang tidak untuk diucapkan, tapi untuk dijaga dalam doa.”

“Waktu boleh berjalan, tapi rasa yang tulus tidak akan hilang.”

๐ŸŒท Kriteria Penilaian
Aspek Bobot Deskripsi
Keaslian Ide 25% Sudut pandang unik dan personal
Keindahan Bahasa 25% Puitis dan harmonis klasik-modern
Emosi dan Kedalaman Makna   25% Menyentuh dan penuh makna
Struktur dan Alur 15% Pembuka menarik, alur jelas, akhir reflektif
Kreativitas Media / Gaya  10% Penggunaan bentuk digital secara kontekstual
Catatan Akhir

Cerpen bukan sekadar kisah cinta remaja, tapi cermin dari kasih dan ketulusan hati.
Tulisan yang lahir dari hati akan selalu sampai ke hati pembacanya. ❤️

 4. Penutup Umum

Lomba Sastra 2025 mengajak generasi muda menulis dengan dua kekuatan: tradisi dan teknologi, emosi dan ekspresi.
Lewat puisi dan cerpen, setiap peserta diharapkan menemukan cara baru untuk menyampaikan cinta — yang sederhana tapi bermakna. bisakah kamu membuat kalimat pembukanya untuk para pembaca


Komentar