Langkah-Langkah Membangun Topologi Routing RIP di Cisco Packet Tracer
![]() |
| ( institut sains dan teknologi nasional ) |
Cerita PKL Hari ke-36
Hari ini adalah hari ke-36 menjalani kegiatan PKL. Seperti biasa, aku memulai pagi dengan bangun lebih awal. Setelah bangun, aku langsung melaksanakan sholat Subuh agar hati lebih tenang dan siap menghadapi aktivitas seharian penuh. Seusai sholat, aku bergegas menuju kamar mandi untuk mandi pagi agar tubuh terasa segar.
Selesai mandi, aku segera mengenakan seragam PKL dengan rapi. Setelah semuanya siap, aku keluar rumah untuk memanaskan motor terlebih dahulu. Sambil menunggu motor siap dipakai, aku memastikan semua perlengkapan yang diperlukan sudah terbawa. Tak lama kemudian, temanku Nopal datang untuk berangkat bersama. Kami pun berangkat menuju kampus dengan semangat.
Setibanya di kampus, aku dan Nopal langsung menuju area parkiran untuk memarkir motor dengan rapi. Setelah itu, kami berjalan bersama menuju lab komputer tempat biasa kami melaksanakan kegiatan PKL. Sesampainya di sana, kegiatan pagi dimulai dengan piket bersih-bersih bersama rekan-rekan PKL dan teman-teman lainnya. Kami saling bekerja sama menyapu, merapikan, serta memastikan ruangan dalam keadaan bersih dan nyaman sebelum memulai aktivitas inti.
Dengan suasana kebersamaan yang terjalin, kegiatan piket terasa ringan dan menyenangkan. Hari ke-36 pun dimulai dengan penuh semangat dan kekompakan.
Langkah-Langkah Konfigurasi Routing RIP di Cisco Packet Tracer
Routing Information Protocol (RIP) adalah salah satu routing protocol dinamis yang digunakan untuk bertukar informasi routing antar-router. RIP versi 2 (RIPv2) sudah mendukung subnetting dan CIDR, sehingga lebih fleksibel dibanding RIP versi 1.
Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi Routing RIP pada topologi 3 router (R1, R2, R3) yang terhubung dengan jaringan PC.
1. Desain Topologi Jaringan
Topologi terdiri dari:
-
3 Router (R1, R2, R3)
-
3 PC (PC-1, PC-2, PC-3)
-
Jaringan antar-router menggunakan IP kelas C dengan subnet /30.
-
Jaringan LAN masing-masing router menggunakan IP kelas C dengan subnet /24.
Tabel IP Address
| Perangkat | Interface | IP Address | Subnet Mask | Gateway |
|---|---|---|---|---|
| R1 | Fa0/0 | 100.100.100.1 | 255.255.255.252 | N/A |
| Fa1/0 | 192.168.1.254 | 255.255.255.0 | N/A | |
| R2 | Fa0/0 | 100.100.100.2 | 255.255.255.252 | N/A |
| Fa1/0 | 100.100.100.5 | 255.255.255.252 | N/A | |
| Fa2/0 | 192.168.2.254 | 255.255.255.0 | N/A | |
| R3 | Fa0/0 | 100.100.100.6 | 255.255.255.252 | N/A |
| Fa1/0 | 192.168.3.254 | 255.255.255.0 | N/A | |
| PC-1 | Fa0 | 192.168.1.1 | 255.255.255.0 | 192.168.1.254 |
| PC-2 | Fa0 | 192.168.2.1 | 255.255.255.0 | 192.168.2.254 |
| PC-3 | Fa0 | 192.168.3.1 | 255.255.255.0 | 192.168.3.254 |
2. Konfigurasi RIP pada R1
Masuk ke mode konfigurasi router lalu aktifkan RIP:
๐ Penjelasan:
-
version 2→ Menggunakan RIP versi 2. -
network 192.168.1.0→ Memasukkan LAN lokal R1. -
network 100.100.100.0→ Memasukkan jaringan antar-router. -
no auto-summary→ Menonaktifkan auto summarization agar routing lebih spesifik. -
passive-interface fa1/0→ Tidak mengirim update RIP ke LAN (hanya ke router lain).
3. Konfigurasi RIP pada R2
๐ Penjelasan:
-
network 192.168.2.0→ LAN R2. -
network 100.100.100.0&100.100.100.4→ Jaringan antar-router R1–R2 dan R2–R3. -
passive-interface fa2/0→ Interface LAN dibuat pasif agar tidak membanjiri PC dengan update RIP.
4. Konfigurasi RIP pada R3
๐ Penjelasan:
-
network 192.168.3.0→ LAN R3. -
network 100.100.100.4→ Jaringan antar-router R2–R3. -
passive-interface fa1/0→ Tidak mengirim update ke PC.
5. Pengujian Koneksi
Setelah konfigurasi selesai:
-
Lakukan ping dari PC-1 ke PC-2 dan PC-3.
-
Jika konfigurasi benar, ping akan sukses.
-
Untuk melihat tabel routing di router gunakan perintah:
Kesimpulan
Dengan konfigurasi di atas, semua router dapat saling bertukar informasi routing menggunakan RIP v2. Setiap PC pada jaringan LAN masing-masing router juga dapat berkomunikasi satu sama lain.

Komentar
Posting Komentar