Langsung ke konten utama

Seminar yang menarik dan juga bikin penasaran!

aktivitas seminar aplikasi e-library 

dan zotero


halo teman-teman setelah sebelumnya kemarin kita sudah membahas tentang demo aplikasi e-perpus dan zotero, pada postingan kali ini kita akan mebahas hal yang lebih seru lagi yaitu akitivitas seminarnya yang akan kita bahas penasaran kan?yuk ikuti terus.. 

Pemanfaatan Aplikasi E-Perpus dan zotero

    Setelah istirahat siang, tepat pukul 13.00 WIB, seluruh peserta seminar berkumpul di perpustakaan kampus. Suasana terasa lebih ramai namun tetap penuh semangat. Beberapa mahasiswa terlihat tampak membuka aplikasi E-Perpus di laptop dan hp milik mereka, membicarakan koleksi buku yang baru saja mereka temukan pada sesi kelompok. Panitia lalu mengumumkan bahwa siang ini akan lebih interaktif, berupa workshop, praktik mandiri, serta sesi pertanyaan.Moderator membuka sesi siang dengan semangat, mengingatkan kembali tujuan utama seminar: membekali mahasiswa dengan keterampilan literasi digital, baik dalam mencari dan membaca sumber bacaan digital (E-Perpus) maupun mengelola referensi ilmiah (Zotero). Peserta tampak bersemangat, beberapa bahkan sudah menyiapkan laptop agar tidak ketinggalan praktik.


Workshop Penggunaan E-Library

( suasana workshop )

Acara dimulai dengan pemateri pertama yang secara khusus membahas E-Library. maka pada siang hari ini mahasiswa diajak untuk mendalami portal E-Library yang lebih akademis.

Pemateri menampilkan layar proyektor besar dan menunjukkan langkah demi langkah:

  • Cara masuk ke portal E-Library kampus ISTN dengan akun mahasiswa.

  • Teknik pencarian cepat menggunakan kata kunci, nama penulis, atau judul jurnal.

  • Fitur filter berdasarkan tahun terbit, bidang ilmu, hingga jenis dokumen.

  • Tips membuat daftar referensi otomatis dengan format sitasi APA, IEEE, atau MLA

    Mahasiswa tampak serius mengikuti arahan. Beberapa langsung mencoba mencari artikel buku sesuai jurusan masing-masing, Peserta kemudian diminta mencoba secara mandiri. perpustakaan berubah menjadi suasana belajar aktif—ada yang sudah berhasil meminjam buku dan menemukannya, ada pula yang masih kebingungan mencari koleksi. Panitia  berkeliling, membantu satu per satu peserta yang mengalami kesulitan.

Latihan Mandiri

    Setelah pemateri memberikan contoh, setiap mahasiswa diminta berlatih mandiri. Aula seminar berubah menjadi suasana belajar kelompok yang hidup. Di setiap meja, terlihat mahasiswa saling bertanya dan membantu, ada yang masih kesulitan login dan mencari.

    Panitia berkeliling membantu satu per satu peserta. Banyak mahasiswa merasa senang karena ternyata mereka bisa mengakses jurnal  yang sebelumnya jarang diketahui keberadaannya.

Diskusi Kelompok

Menjelang pukul 14.00 WIB, moderator membagi peserta menjadi beberapa kelompok kecil. Tugas mereka sederhana tetapi menantang:

  • Mencari  buku digital di E-Perpus sesuai topik kuliah.

  • Mencari jurnal ilmiah di E-Library sebagai bahan rujukan akademik.


Sesi Tanya Jawab dan Refleksi

Menjelang selesai, moderator membuka sesi tanya jawab terbuka. Beberapa pertanyaan menarik muncul, misalnya:

  • “Apakah akun E-Library bisa diakses setelah lulus nanti?”

  • “Bagaimana jika koneksi internet lambat, apakah tetap bisa membaca buku digital?”

  • “Apakah koleksi di E-Perpus  diperbarui secara rutin?”

Pemateri menjawab dengan sabar, menjelaskan bahwa sebagian besar koleksi memang diperbarui secara berkala.


Workshop Zotero: Mengelola Referensi Secara Profesional

( workshop Zotero )

Pukul 14.30 WIB, giliran aplikasi Zotero diperkenalkan. Pemateri kedua, seorang dosen muda yang ahli dalam penulisan akademik, menjelaskan bahwa banyak mahasiswa sering kesulitan dalam membuat daftar pustaka. Dengan Zotero, semua itu bisa lebih mudah dan praktis.

Langkah-langkah yang dipraktikkan antara lain:

  • Cara menginstal Zotero di laptop dan menambahkan extension di browser.

  • Menyimpan referensi otomatis langsung dari artikel atau jurnal yang dibuka.

  • Membuat folder berdasarkan mata kuliah atau topik penelitian.

  • Mengutip sumber dengan sekali klik menggunakan aplikasi pengolah kata (Word/LibreOffice).

  • Menyusun daftar pustaka otomatis dengan format sitasi (APA, IEEE, Chicago, dll).

Suasana seminar terasa hidup karena mahasiswa bisa langsung melihat bagaimana daftar pustaka terbentuk otomatis, tanpa perlu mengetik manual satu per satu.

Tanya Jawab Interaktif

Menjelang pukul 15.00 WIB, sesi tanya jawab dibuka. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain:

  • “Apakah semua buku dari E-Perpus bisa dimasukkan ke Zotero?”

  • “Bagaimana kalau format sitasi yang saya butuhkan tidak ada di Zotero?”

  • “Apakah Zotero bisa dipakai offline tanpa internet?”

Pemateri menjawab dengan rinci, memberi contoh langsung, bahkan memberikan tips tambahan seperti cara menambahkan style sitasi baru di Zotero.

6. Penutup dan Refleksi

Sekitar pukul 15.30 WIB, seminar siang ditutup dengan refleksi bersama. Banyak mahasiswa menulis bahwa mereka sangat terbantu karena sekarang tidak hanya tahu cara mencari referensi melalui E-Perpus, tetapi juga bisa mengelola referensi secara rapi dengan Zotero.

Acara ditutup dengan doa singkat dan sesi foto bersama. Beberapa mahasiswa bahkan masih bertahan di aula untuk bertanya langsung kepada pemateri tentang pengaturan lanjutan di Zotero.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penggunaan Tools AI Emergent.sh dalam Pembuatan Situs Web

 Penggunaan Tools AI Emergent.sh dalam Pembuatan Situs Web ( institut sains dan teknologi nasional )      Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk dalam pengembangan situs web. Salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah hadirnya platform Emergent.sh , sebuah layanan berbasis AI yang memungkinkan pengguna membuat situs web atau aplikasi secara otomatis hanya dengan memberikan instruksi dalam bentuk teks. Platform ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi AI dapat berfungsi sebagai asisten digital yang menggantikan sebagian besar proses teknis yang sebelumnya harus dilakukan secara manual oleh seorang pengembang web. Secara konseptual, Emergent.sh bekerja berdasarkan pendekatan multi-agent system , yaitu sistem yang terdiri dari beberapa agen kecerdasan buatan yang memiliki peran dan tanggung jawab berbeda. Setiap agen berfungsi sepert...

Hari Pertama PKL di ISTN: Awal Perjalanan Seru!

         cerita hari pertama pkl di (ISTN)  institut sains dan teknologi nasional  Cerita Hari Pertama PKL      Hari pertama PKL akhirnya tiba. Sejak malam sebelumnya, perasaan gugup dan antusias bercampur jadi satu. saya bangun lebih awal dari biasanya, mempersiapkan pakaian rapi dan segala perlengkapan yang diperlukan. Tepat pukul 07.00, saya sudah berangkat menuju tempat PKL: (ISTN) institut sains dan teknologi nasional , sebuah kampus universitas yang bergerak di bidang pengajaran berbasis sains dan teknologi.      Sesampainya di sana, suasana kampus masih cukup tenang. saya disambut oleh satpam dengan ramah dan kami langsung diarahkan ke ruang administrasi. Tak lama kemudian, pembimbing lapangan kami, Pak Ariadi , datang dan mengajak kami ke lab komputer. Ia memperkenalkan saya pada tempat saya akan melakukan pkl  serta  beliau memberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri kami masing-masing. Kegiatan dila...

Level Up! Keseruan Hari Kedua PKL di ISTN

  cerita aktifitas pkl di hari kedua ISTN  (institut sains dan teknologi nasional) cerita di hari kedua pkl dan aktivitasnya Cerita Hari Kedua PKL Hari kedua PKL terasa lebih sibuk dibandingkan hari pertama, tapi tetap penuh pengalaman baru. Pagi-pagi, saya sudah datang lebih awal untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Begitu sampai, saya langsung bertegur sapa dan bertemu dengan rekan-rekan teman saya dan pembimbing. Kegiatan dimulai dengan melanjutkan pekerjaan yang sudah diberikan, tetapi kali ini saya mulai lebih paham alurnya. Pembimbing kami PAK ARIADI   memberikan arahan tambahan dan tips agar pekerjaan lebih cepat selesai tanpa mengurangi kualitas. Saya juga diberi kesempatan mencoba tugas baru yang diberikan, sehingga bisa menambah keterampilan. Di sela-sela pekerjaan, saya sempat berbincang dengan teman-teman PKL lainnya. Kami saling bertukar cerita tentang tugas masing-masing yang sudah diberikan, dan ternyata cukup banyak hal yang bisa dipelajari dari penge...